Selasa, 25 Juni 2013

Pelatihan Manajemen Kesehatan Benih




Dalam perannya sebagai bahan perbanyakan tanaman, benih merupakan pembawa pasif dan tempat bertahan hidup berbagai jasad renik, baik yang bersifat patogenik maupun saprofitik. Oleh karena itu benih berperan penting dalam penyebaran patogen tanaman dan insidensi penyakit di lapangan.

Saat ini benih telah menjadi salah satu komoditas penting dalam sistem perdagangan global maupun lokal yang akan mendukung sistem ketahanan pangan. Status kesehatan benih menentukan kualitas benih yang pada akhirnya turut menentukan keberhasilan produksi tanaman. Kesehatan benih penting dijaga sejak dari proses produksi benih, pemasaran hingga sampai di tangan petani untuk ditanam. Upaya menjaga kesehatan benih memerlukan serangkaian kegiatan pengujian untuk memastikan bahwa benih tersebut terbebas dari patogen yang dapat menyebabkan benih tidak berkembang sebagaimana mestinya. Selain itu pengujian benih dapat menekan resiko benih sebagai agen pembawa hama dan penyakit yang dapat menyebar dari satu daerah ke daerah lain.

Terkait dengan hal itu, Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu (PKPHT) Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor akan menyelenggarakan pelatihan tentang manajemen kesehatan benih.



TUJUAN

1. Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kesehatan benih terkait implikasinya pada produksi benih dan pembangunan pertanian

2. Meningkatkan pemahaman tentang potensi benih dan mikroorganisme terbawa benih terhadap insidensi penyakit tanaman.

3. Mempelajari metode pengujian dan pengelolaan kesehatan benih

4. Memahami standar dan praktek pertanian yang mengacu pada pengelolaan kesehatan benih



PESERTA PELATIHAN

Sasaran pelatihan ini adalah peneliti di lembaga sertifikasi benih, petugas pemeriksa kesehatan benih di lembaga sertifikasi benih atau karantina tumbuhan, peneliti di lembaga penelitian dan perguruan tinggi, petugas laboratorium dan lapangan, dan perusahaan agribisnis. Daftar nama peserta terlampir.

KEGIATAN PELATIHAN

Pelatihan Manajemen Kesehatan Benih disusun menjadi 2 seri kegiatan pelatihan yang terpisah. Pelatihan I difokuskan untuk pendalaman metode klasik pengujian kesehatan benih, sedangkan pelatihan II difokuskan pada pendekatan metode molekuler untuk pengujian kesehatan benih.


Materi pelatihan seri I mencakup :

1. Kebijakan pemerintah terkait penyediaan benih bermutu dan kebijakan ekspor-impor benih

2. Pentingnya mutu benih dalam produksi tanaman

3. Peran mikroorganisme/patogen terbawa benih terhadap mutu benih

4. Metode klasik pengujian kesehatan benih, diantaranya pengamatan biji kering, blotter test, growing on test, bioassay



Materi pelatihan seri II mencakup :

1. Perkembangan metode biologi molekuler dalam pengujian kesehatan benih

2. Metode modern pengujian kesehatan benih, diantaranya serologi (DAS_ELISA, Indirect ELISA, Agar Double Diffusion) dan Polymerase Chain Reaction (Ekstraksi DNA/RNA, Amplifikasi PCR, RT-PCR, IC-RT-PCR)


INSTRUKTOR

1. Staf pengajar Departemen Proteksi Tanaman-IPB

2. Staf Pusat Karantina Tumbuhan, Badan Karantina Pertanian Indonesia

3. Staf Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kementerian Pertanian


TEMPAT DAN WAKTU PELATIHAN

Pelatihan Seri I akan dilaksanakan tanggal 11-14 Juni 2013 dan Pelatihan Seri II akan dilaksanakan pada tanggal 17-20 Juni 2013 di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar