SEMINAR PKPHT
“ The Red Palm Weevil Situation in California”
Pembicara : Mark S. Hoddle, UC Riverside
Tanggal : 25 Februari 2011
Pukul : 13.30-15.00WIB
Tempat : Ruang Sidang DPT 1
GRATISSEMINAR PKPHT
“ The Red Palm Weevil Situation in California”
Tanggal : 25 Februari 2011
Pukul : 13.30-15.00WIB
Tempat : Ruang Sidang DPT 1
GRATISClemson University, USA
Hari / Tanggal : Senin, 14 Februari 2011
Pukul : 09.00 – 10.00 WIB
Tempat : Ruang Sidang DPT 1
GRATIS
LATAR BELAKANG
Dalam era globalisasi, lalu lintas perdagangan produk pertanian menjadi sangat meluas. Bersama dengan produk pertanian tersebut, patogen tumbuhan dapat terbawa sehingga menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, yang dapat menjadi ancaman bagi ketahanan pangan. Untuk itu pencegahan dan pengendalian yang tepat terhadap keberadaan patogen tersebut perlu dilakukan. Hal tersebut membutuhkan pengetahuan yang akurat tentang patogen tumbuhan dan teknik diagnosis yang handal.
Berbagai teknik diagnosis patogen tumbuhan yang mudah dan akurat telah banyak dilaporkan, salah satunya adalah teknik polymerase chain reaction (PCR). PCR merupakan teknik in vitro yang bersifat enzimatik untuk menggandakan DNA. Dari sejak ditemukan, teknik PCR telah digunakan secara luas dan telah dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan berbagai keperluan seperti biologi molekular secara umum serta diagnosis patogen tumbuhan secara khusus. Modifikasi teknik PCR diantaranya adalah Reverse Transcription-PCR (RT-PCR), Restriction Fragment Length Polymorphism -PCR (PCR-RFLP), Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD), multiplex PCR, dan PCR untuk perunutan DNA. Tingkat sensitifitas teknik ini sangat tinggi yaitu dapat menggandakan hanya 1 molekul DNA. PCR juga telah dikembangkan untuk diagnosis patogen tumbuhan dengan tingkat keakuratan tinggi misalnya untuk patogen dengan konsentrasi yang sangat rendah, atau patogen yang menyebabkan gejala laten.
TUJUAN
1. Meningkatkan pemahaman tentang prinsip dan aplikasi teknik PCR dalam diagnosis penyakit tumbuhan.
2. Mempelajari tahapan-tahapan yang digunakan dalam teknik PCR.
3. Meningkatkan ketrampilan dalam aplikasi teknik PCR
PESERTA PELATIHAN
Sasaran pelatihan ini adalah peneliti di perguruan tinggi, lembaga penelitian, perusahaan agribisnis, petugas pengamat dan pemeriksa kesehatan tanaman di karantina tumbuhan, lembaga sertifikasi benih, laboratorium lapangan.
Jumlah peserta dibatasi 15 orang.
KEGIATAN PELATIHAN 
Pelatihan mencakup teori di kelas dan praktik di laboratorium. Materi kegiatan mencakup beberapa metode yang didasarkan pada prinsip kerja teknik PCR yang umum digunakan untuk melakukan diagnosis dan identifikasi penyebab penyakit tumbuhan dari kelompok bakteri, cendawan, nematoda, dan virus. Beberapa metode yang akan dicakup adalah Reverse Transcription (RT)- PCR, Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP)-PCR, Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD)-PCR
INSTRUKTOR
Staf pengajar di Departemen Proteksi Tanaman – IPB akan bertindak sebagai pembimbing dalam pelatihan ini:
1. Dr. Ir. Sri Hendratuti Hidayat
2. Dr. Ir. Endang Nurhayati
3. Dr. Ir. Gede Suastika
4. Dr. Supramana
5. Dr. Ir. Giyanto
6. Dr. Ir. Tri Asmira Damayanti
7. Ir. Efi Toding Tondok, MS
TEMPAT DAN WAKTU PELATIHAN
Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 4-8 April 2011 di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor.
BIAYA PELATIHAN & FASILITAS PESERTA
Biaya pelatihan Rp.3.500.000,-/ peserta. Peserta akan mendapatkan (1) Modul, (2) Alat dan bahan praktik, (3) Sertifikat dan (4) Makan siang dan snack
PENDAFTARAN
Peserta mengirimkan formulir pendaftaran (asli/fotokopi) kepada panitia penyelenggara.
Peserta mentransfer biaya pelatihan ke : Bank BNI’46 Cabang Bogor
No. Rekening : 39901603
Atas nama : Abjad Asih Nawangsih
dan mengirimkan bukti transfer melalui faksimili atau email. Peserta akan menerima email konfirmasi.
Formulir dan biaya pendaftaran harus sudah diterima panitia paling lambat tanggal 21 Maret 2011.