Minggu, 13 April 2014

PELATIHAN BIOINFORMATIKA DALAM BIDANG PROTEKSI TANAMAN


9-12 JUNI 2014



LATAR BELAKANG

Bioinformatika merupakan cabang ilmu yang memanfaatkan teknologi informasi dan menggabungkan ilmu matematika, statistika dan komputer untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam bidang biologi. Bioinformatika mulai banyak dipelajari pada awal 1980 tetapi sangat cepat berkembang dan banyak digunakan terutama dalam pengembangan bidang biologi molekuler dan bioteknologi. Dewasa ini aplikasi bioinformatika sudah banyak dimanfaatkan di berbagai bidang ilmu. Salah satu contohnya, informasi mengenai genom tanaman, hewan dan mikroorganisme yang diperoleh melalui bioinformatika memberikan peranan penting dalam pengembangan ilmu pertanian. Informasi tentang urutan nukleotida pada genom suatu organisme dapat membantu taksonomi, identifikasi, analisis keragaman, filogenetika dan lain lain yang sangat erat kaitannya dengan bidang pertanian.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh PKPHT – IPB secara khusus akan membahas aplikasi bioinformatika dalam bidang proteksi tanaman (entomologi dan fitopatologi). Pelatihan ini ditujukan bagi para pemula dengan pengalaman terbatas dalam menggunakan program-program pengolahan data bioinformatika. Materi pelatihan akan diberikan dalam bentuk pembahasan prinsip dan teori yang mendasari aplikasi bioinformatika, dilanjutkan dengan praktik pengolahan data menggunakan berbagai program analisis genetika suatu organisme.


TUJUAN

Pelatihan singkat bioinformatika diharapkan dapat memberikan dasar pemahaman analisis genetika dan memperkenalkan berbagai “alat analisis genetika” termasuk analisis data sikuen (perunutan DNA) dan analisis filogenetika (penyuntingan dan penyejajaran data, rekonstruksi pohon filogenetika dan interpretasinya).

TIM PENGAJAR
Instruktur dalam pelatihan ini adalah
Dr. Purnama Hidayat (Departemen Proteksi Tanaman)
Dr. Yayi Munara (Departemen Proteksi Tanaman)
Dr. Sri Hendrastuti Hidayat (Departemen Proteksi Tanaman)
Dr. Rika Rafiudin (Departemen Biologi) – dalam proses konfirmasi
Dr. Farid (Departemen Ilmu Komputer) – dalam proses konfirmasi


PESERTA

Sasaran pelatihan ini adalah para peneliti, dan petugas laboratorium diagnosis hama dan penyakit tumbuhan dari lembaga penelitian, perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta.

Jumlah peserta dibatasi maksimal 30 orang/periode.


MATERI PELATIHAN


1. Pengenalan GenBank dan pencarian database
2. Penyuntingan dan analisis data sekuen DNA
3. Prinsip dan aplikasi filogenetika
4. Metode konstruksi pohon filogenetika (Parsimony, Neighbour joining, Bayesian).

*Masing-masing peserta wajib membawa laptop / notebook

WAKTU DAN PELAKSANAAN

Pelatihan akan dilaksanakan tanggal 9-12 JUNI 2014 di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor .

Biaya Pelatihan : Rp. 3.000.000/orang

Peserta akan mendapatkan modul pelatihan, alat dan bahan praktek, makan siang selama pelatihan dan sertifikat

PENDAFTARAN
  1. Pendaftaran dilakukan dengan mengisi formulir yang telah disediakan kemudian mengirimkan kepada sekretariat melalui email atau faximili.
  2. Peserta mentransfer biaya pelatihan ke Rekening Panitia
    Nama Bank : BNI Cabang Dramaga Bogor
    Nomor rekening : 0140774031
    Atas Nama : Dept Proteksi Tanaman
  3. Peserta mengirimkan foto / scan bukti transfer melalui email pkpht.ipb@gmail.com
  4. Formulir dan biaya pendaftaran harus sudah diterima panitia paling lambat tanggal 1 Juni 2014 
  5. Panitia akan segera mengirimkan undangan untuk mengikuti pelatihan.
  6. Contact Person : Arin 08128996863

Penyelenggara
Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu
Departemen Proteksi Tanaman
Fakultas Pertanian - Institut Pertanian Bogor
Jl. Kamper Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Telp: 0251-8629364, Fax: 0251-8629362
Email : pkpht.ipb@gmail.com


FORMULIR PENDAFTARAN
(Bisa dicopy dan dikirim via email)


Nama lengkap   : _____________________________

Jenis Kelamin    : ▢ Laki-laki ▢ Perempuan

Tempat/tgl lahir : _____________________________

Pendidikan         : _____________________________

Pekerjaan          : _____________________________

Instansi            : _____________________________

Alamat             : ______________________________

Tel./Fax            : _____________________________

HP.                  : _____________________________

E-mail              : _____________________________



Telah/akan mentransfer biaya pelatihan

Pada tanggal _____________________________

Atau dibawa langsung saat pelatihan.




……………………… 2014




(………………………………..)

Nama


Selasa, 11 Februari 2014

Penawaran Pelatihan PKPHT 2014



SEKILAS PKPHT
Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu (PKPHT) merupakan lembaga di bawah Departemen Proteksi Tanaman IPB, yang memiliki visi menjadi lembaga unggulan dalam pengembangan sumberdaya manusia Indonesia melalui penelitian, pendidikan, penyebaran ilmu dan pengembangan teknologi dalam bidang perlindungan tanaman guna mendukung pertanian berkelanjutan.

Didirikan tanggal 27 Februari 1997, PKPHT berupaya untuk menjadi motor pengembangan IPTEK PHT. Dengan program penelitian, pengabdian dan pelayanan, PKPHT berupaya untuk menggapai visi yang dimiliki.

Rabu, 25 Desember 2013

Ledakan Wereng Bisa Ganggu Ketersediaan Pangan 2014

Rabu, 25 Desember 2013 | 10:38 WIB / Ekonomi / Makro
Sumber



JAKARTA, KOMPAS.com -Ahli proteksi tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB), Hermanu Triwidodo memperkirakan adanya ledakan hama wereng di sentra-sentra produksi padi Pulau Jawa sehingga mengganggu ketersediaan pangan khususnya beras untuk 9,5 juta orang pada 2014.

Selasa, 25 Juni 2013

Pelatihan Manajemen Kesehatan Benih




Dalam perannya sebagai bahan perbanyakan tanaman, benih merupakan pembawa pasif dan tempat bertahan hidup berbagai jasad renik, baik yang bersifat patogenik maupun saprofitik. Oleh karena itu benih berperan penting dalam penyebaran patogen tanaman dan insidensi penyakit di lapangan.

Saat ini benih telah menjadi salah satu komoditas penting dalam sistem perdagangan global maupun lokal yang akan mendukung sistem ketahanan pangan. Status kesehatan benih menentukan kualitas benih yang pada akhirnya turut menentukan keberhasilan produksi tanaman. Kesehatan benih penting dijaga sejak dari proses produksi benih, pemasaran hingga sampai di tangan petani untuk ditanam. Upaya menjaga kesehatan benih memerlukan serangkaian kegiatan pengujian untuk memastikan bahwa benih tersebut terbebas dari patogen yang dapat menyebabkan benih tidak berkembang sebagaimana mestinya. Selain itu pengujian benih dapat menekan resiko benih sebagai agen pembawa hama dan penyakit yang dapat menyebar dari satu daerah ke daerah lain.

Terkait dengan hal itu, Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu (PKPHT) Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor akan menyelenggarakan pelatihan tentang manajemen kesehatan benih.



TUJUAN

1. Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kesehatan benih terkait implikasinya pada produksi benih dan pembangunan pertanian

2. Meningkatkan pemahaman tentang potensi benih dan mikroorganisme terbawa benih terhadap insidensi penyakit tanaman.

3. Mempelajari metode pengujian dan pengelolaan kesehatan benih

4. Memahami standar dan praktek pertanian yang mengacu pada pengelolaan kesehatan benih



PESERTA PELATIHAN

Sasaran pelatihan ini adalah peneliti di lembaga sertifikasi benih, petugas pemeriksa kesehatan benih di lembaga sertifikasi benih atau karantina tumbuhan, peneliti di lembaga penelitian dan perguruan tinggi, petugas laboratorium dan lapangan, dan perusahaan agribisnis. Daftar nama peserta terlampir.

KEGIATAN PELATIHAN

Pelatihan Manajemen Kesehatan Benih disusun menjadi 2 seri kegiatan pelatihan yang terpisah. Pelatihan I difokuskan untuk pendalaman metode klasik pengujian kesehatan benih, sedangkan pelatihan II difokuskan pada pendekatan metode molekuler untuk pengujian kesehatan benih.


Materi pelatihan seri I mencakup :

1. Kebijakan pemerintah terkait penyediaan benih bermutu dan kebijakan ekspor-impor benih

2. Pentingnya mutu benih dalam produksi tanaman

3. Peran mikroorganisme/patogen terbawa benih terhadap mutu benih

4. Metode klasik pengujian kesehatan benih, diantaranya pengamatan biji kering, blotter test, growing on test, bioassay



Materi pelatihan seri II mencakup :

1. Perkembangan metode biologi molekuler dalam pengujian kesehatan benih

2. Metode modern pengujian kesehatan benih, diantaranya serologi (DAS_ELISA, Indirect ELISA, Agar Double Diffusion) dan Polymerase Chain Reaction (Ekstraksi DNA/RNA, Amplifikasi PCR, RT-PCR, IC-RT-PCR)


INSTRUKTOR

1. Staf pengajar Departemen Proteksi Tanaman-IPB

2. Staf Pusat Karantina Tumbuhan, Badan Karantina Pertanian Indonesia

3. Staf Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kementerian Pertanian


TEMPAT DAN WAKTU PELATIHAN

Pelatihan Seri I akan dilaksanakan tanggal 11-14 Juni 2013 dan Pelatihan Seri II akan dilaksanakan pada tanggal 17-20 Juni 2013 di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor .

Jumat, 15 Februari 2013

Pelatihan Thrips

 
Thrips adalalah serangga hama berukuran kecil. Serangga ini dikategorikan sebagai ordo Thysanoptera. Kata Thysanoptera berasal dari bahasa yunani yang berarti thysanos=berumbai, ptera=sayap, sehingga memiliki arti serangga yang memiliki sayap berumbai. Thrips juga berarti “woodworm” karena serangga ini banyak yang hidup memakan cendawan pada kayu mati.

Serangga thrips memiliki dua pasang sayap pada tepi sayapnya melekat silia yang panjang. Oleh karena bentuk sayapnya yang khas inilah maka kelompok serangga ini dinamakan ordo Thysanoptera. Biarpun demikian beberapa spesies thrips tidak memiliki sayap. Jumlah spesies thrips di dunia yang telah diketahui sebanyak 5500 spesies. Jumlah spesies tersebut tersebar dalam 2 subordo, 9 family dan 750 genus. Sebanyak 40% dari kelompok itu termasuk pemakan candawan terutama spora pada batang pohon mati dan pada serasah. Sejumlah thrips juga diketahui sebagai pemakan daun, bunga ataupun buah yang menyebabkan kerusakan langsung berupa burik ataupun gejala puru. Saat ini terdapat 50 spesies thrips yang dikategorikan sebagai hama penting.




PESERTA PELATIHAN

Peserta pelatihan ini adalah Staf Research and Developtment PT. East West Seed Indonesia dengan jumlah peserta 5 orang.


TEMPAT DAN WAKTU PELATIHAN

Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 11-12 Februari 2013 di Laboratorium Taksonomi Serangga, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor.

Instruktor : Dra. Dewi Sartiami, MSi





Jumat, 28 September 2012

Pelatihan Pengenalan Hama dan Penyakit Tanaman Padi



Identifikasi hama dan patogen merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi. Pengenalan jenis-jenis hama dan patogen dan kerusakan yang ditimbulkan merupakan langkah penting yang dapat membantu dalam menentukan strategi pengendaliannya.

Ketidaktahuan petani pelaku usaha pertanian terhadap hama dan penyakit tanaman sering menimbulkan inefisiensi dalam melakukan tindakan pengendalian. Sekedar contoh banyak petani menyemprot tanaman dengan insektisida padahal tanaman tersebut tidak terserang serangga hama, tetapi terserang oleh cendawan yang seharusnya disemprot dengan fungisida.

Beberapa jenis hama dan penyakit tanaman padi menunjukkan gejala kerusakan yang sangat spesifik yang mudah dikenali. Kelompok serangga hama seperti kumbang, kupu-kupu, wereng-werengan dan beberapa tungau dapat dikenali dengan mudah karena bentuknya yang khas. Demikian pula gejala seperti bekas gerigitan, korokan pada daun, bintik-bintik nekrotik pada berbagai tanaman menjadi ciri yang mudah dikenali. Patogen penyebab penyakit padi terdiri dari golongan virus, bakteri, cendawan dan nematoda dapat dengan mudah dibedakan dari gejala dan tanda penyakit yang ditimbulkan seperti kerdil, mosaik, bercak nekrotik, hawar daun, dan lain sebagainya. Dengan demikian para petani akan sangat mudah mengenalinya tanpa prosedur ilmiah yang rumit.


Tujuan pelatihan ini adalah pengenalan jenis-jenis hama dan penyakit penting pada tanaman padi.

Peserta pelatihan ini adalah Petani Padi Andalan Jawa Barat dari sentra pertanaman padi di Indramayu, Subang, Kuningan, Majalengka, Cirebon, Karawang dan Bekasi dengan jumlah peserta 101 orang.


Pelatihan  dilaksanakan pada hari Selasa, 25 September 2012 di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor.



PEMBICARA DAN NARASUMBER

Pembicara Kuliah Hama Padi : Dr. Ir. Ruly Anwar

Pembicara Kuliah Hama Padi : Dr. Ir. Suryo Wiyono

Narasumber Diskusi : Dr. Ir. Hermanu Triwidodo

Moderator Diskusi : Dr. Ir. Idham Sakti Harahap



PEMANDU KUNJUNGAN

Museum Serangga : Dra.Dewi Sartiami, MS

Klinik Tanaman : Dr. Ir. Efi Toding Tondok

Lab. Fisiologi dan Toksikologi : Herma Amalia, SP, MS


Kamis, 05 April 2012

Pelatihan untuk Staf Karantina Pertanian Timor Leste


Timor Leste sebagai negara yang baru berdiri perlu meningkatkan skill para staf yang bekerja di berbagai bidang kementerian, diantaranya Kementerian Pertanian. Dalam rangka menyambut perdagangan dunia, Timor Leste memandang Badan Karantina sebagai gerbang yang penting untuk menyeleksi bagi keluar masuknya komoditi. 
Identifikasi hama dan patogen merupakan salah satu faktor penentu dalam proses karantina tumbuhan sebelum suatu komoditi memasuki suatu negara.  Pengenalan jenis-jenis hama dan patogen dan kerusakan yang ditimbulkan merupakan langkah penting yang dapat membantu dalam menentukan strategi pengendaliannya.  Pengetahuan dan keahlian Staf Badan Karantina Tumbuhan semestinya terus diperbarui dan ditingkatkan mengingat begitu cepatnya dinamika hama dan penyakit tumbuhan yang terjadi di dunia.

Karena itu Kementerian Pertanian Timor Leste meminta kepada Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor untuk dapat memberikan pelatihan kepada staf Badan Karantina Timor Leste. Materi pelatihan yang diberikan antara lain teknik serologi dan molekuler, identifikasi hama dan penyakit benih, metode sampling dan identifikasi hama.

Tujuan pelatihan ini adalah pengenalan teknik-teknik identifikasi hama dan penyakit tanaman penting.  Peserta  pelatihan i adalah Staf Karantina dan Keamanan Hayati Departemen Pertanian Timor Leste dengan jumlah peserta  5 orang Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 8 Maret – 4 April 2012 di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor.  Peserta tinggal di Asrama Amarilis selama pelatihan.

Bertindak selaku instructor adalah   Dr. Abdjad Asih Nawangsih,  Dr Suryo Wiyono, Dr Widodo,  Dr.Efi Toding,  Dr Sri Hendrastuti,   Dr. Nina Maryana,   Dewi Sartiami, MS,  Dr Endang Nurhayati ,  Dr. Idham Sakti,  Dr Tri Asmira Damayanti,  Dr Purnama Hidayat,  Prof. Dr.Meity Sinaga,  Ir. Ivone Oley Sumaraw, MS,  Dr Sugeng Santoso,  Dr Ali Nurmansyah,  Dr Supramana,  Dr Sri Sudarmiati .

Pada akhir periode pelatihan peserta diajak mengunjungi taman buah Mekarsari, Cileungsi Bogor.